✨ “Semangat kemerdekaan kembali menggema di Desa Getasan! Dari doa bersama yang khidmat, upacara bendera penuh makna, hingga lomba-lomba meriah di tiap RT, seluruh warga bersatu menyemarakkan HUT RI ke-80. Puncaknya, Karang Taruna siap menghadirkan pesta rakyat di Lapangan Bola Desa Getasan pada 24 Agustus 2025.”
Getasan, 17 Agustus 2025 – Tahun ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak terkecuali Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, yang turut memeriahkan momentum bersejarah ini dengan penuh semangat kebersamaan. Rangkaian kegiatan dimulai sejak malam 17 Agustus dengan majelis tahlil dan doa bersama, berlanjut dengan keikutsertaan perangkat desa dalam upacara bendera di tingkat kecamatan, hingga berbagai lomba di masing-masing RT. Puncak acara nantinya akan digelar di Lapangan Bola Desa Getasan pada 24 Agustus 2025 oleh Karang Taruna Tunas Harapan (KTTH).
Malam 17 Agustus: Majelis Tahlil dan Doa Bersama
Foto 1: Majelis Tahlil dan Do'a Bersama (Doc: Aan)
Malam menjelang tanggal 17 Agustus 2025 menjadi awal rangkaian semarak HUT RI ke-80 di Desa Getasan. Seusai sholat Isya, ratusan warga dari berbagai blok berkumpul di masjid dan musholla masing-masing. Mereka mengikuti majelis tahlil dan doa bersama yang ditujukan untuk arwah para pahlawan bangsa serta leluhur desa yang telah mendahului.
Suasana hening dan khidmat menyelimuti acara. Lantunan tahlil, tahmid, dan doa dipimpin oleh tokoh agama setempat, diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh jamaah. Momentum ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud syukur dan pengingat bahwa kemerdekaan yang kini dinikmati adalah hasil perjuangan, darah, dan air mata para pahlawan.
Dalam sambutan singkatnya, Kuwu Hadion Santoni menyampaikan bahwa doa bersama ini menjadi pengikat spiritual masyarakat Getasan. “Kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan senjata, tetapi juga doa dan pengorbanan. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan semangat persatuan, kerja nyata, dan kepedulian sosial di lingkungan kita masing-masing,” tuturnya.
Pagi 17 Agustus: Upacara Bendera di Tingkat Kecamatan
Foto 2: Kuwu Getasan Menghadiri Upacara Bendera Tingkat Kecamatan Depok (Doc: pemdeskaslor)
Keesokan paginya, Minggu, 17 Agustus 2025, perangkat Pemerintah Desa Getasan yang terdiri dari Kuwu Hadion Santoni, Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan, serta perwakilan Puskesos, berangkat menuju Desa Kasugengan Lor. Desa ini ditunjuk sebagai lokasi Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih tingkat Kecamatan Depok.
Lapangan desa setempat dipenuhi peserta dari berbagai desa di kecamatan. Para pelajar, perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kepemudaan hadir dengan penuh semangat. Suasana upacara berlangsung khidmat.
Detik-detik proklamasi dibacakan dengan lantang, menggetarkan hati setiap peserta. Saat bendera Merah Putih dikibarkan oleh Pasukan Pengibar Bendera, seluruh peserta upacara berdiri tegak, memberikan penghormatan penuh hormat sambil menyanyikan Indonesia Raya. Momen ini kembali mengingatkan akan nilai persatuan dan perjuangan yang harus terus dijaga.
Partisipasi Kuwu Hadion Santoni bersama perangkat desa menunjukkan komitmen Desa Getasan untuk selalu hadir dan berperan aktif dalam kegiatan tingkat kecamatan, sekaligus mempererat persaudaraan antar desa di wilayah Depok.
Kemeriahan Lomba di Tiap RT dan Blok
Foto 3: Serba-serbi Lomba Tingkat RT (Doc: Moez)
Setelah prosesi doa dan upacara, semarak HUT RI ke-80 di Desa Getasan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan di masing-masing RT dan blok. Panitia di tingkat RT dibantu oleh para pemuda Karang Taruna di wilayahnya, bersama-sama menyiapkan perlombaan khas Agustusan.
Anak-anak berlarian dengan tawa ceria mengikuti lomba balap karung, makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga lomba kelereng. Sementara itu, ibu-ibu tak kalah antusias dengan lomba estafet air, bakiak, hingga memasak kreatif. Suasana kian meriah ketika bapak-bapak ikut serta dalam lomba panjat pinang dan tarik tambang, yang selalu berhasil menarik perhatian warga.
Di beberapa RT, kreativitas warga juga diwujudkan dalam lomba menghias gapura, kebersihan lingkungan, dan lomba adzan untuk anak-anak. Semua lomba ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga, menumbuhkan semangat gotong-royong, serta menghidupkan nilai persaudaraan yang menjadi ciri khas Desa Getasan.
Peran Karang Taruna Tunas Harapan
Sebagai organisasi kepemudaan desa, Karang Taruna Tunas Harapan (KTTH) turut mengambil peran penting dalam menyemarakkan peringatan HUT RI ke-80. Para pemuda aktif membantu pelaksanaan lomba, mengorganisir kegiatan di lapangan, dan memberikan semangat kepada warga yang ikut serta.
KTTH juga menjadi motor penggerak acara puncak yang akan digelar pada 24 Agustus 2025 di Lapangan Bola Desa Getasan. Persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari teknis panggung hiburan, perlengkapan lomba final, hingga koordinasi keamanan dan kebersihan acara.
Gambar 1: Acara Puncak tanggal 24 Agustus (Doc: KTTH)
Sebagai penutup rangkaian peringatan, puncak acara akan digelar di Lapangan Bola Desa Getasan. Acara yang disiapkan oleh Karang Taruna ini diproyeksikan menjadi pesta rakyat desa, di mana seluruh warga dari berbagai blok akan berkumpul dan bersatu merayakan kemerdekaan dengan penuh keceriaan.
Agenda puncak meliputi:
Lomba Perminan Tradisional
Pentas Seni
Lomba Mewarnai
Pengumuman pemenang kupon
Serta pembagian hadiah bagi para juara
Tidak hanya sekadar hiburan, acara puncak ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia bisa saling berinteraksi, memperkuat rasa kebersamaan, dan merasakan indahnya kebersatuan dalam bingkai peringatan kemerdekaan.
Refleksi dan Harapan
Semarak HUT RI ke-80 di Desa Getasan tahun ini bukan hanya tentang lomba dan hiburan semata, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam. Doa bersama, upacara bendera, dan kebersamaan warga merupakan wujud nyata cinta tanah air dan rasa syukur atas kemerdekaan.
Kuwu Hadion Santoni dalam sambutannya menekankan pentingnya generasi muda untuk tetap menjaga semangat perjuangan. “Kita memang tidak lagi mengangkat senjata melawan penjajah, tetapi perjuangan hari ini adalah melawan kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan. Mari kita isi kemerdekaan dengan semangat membangun desa kita menjadi lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.
Dengan gotong royong, persatuan, dan semangat kebangsaan yang terus dijaga, Desa Getasan optimis mampu menjadikan peringatan HUT RI ke-80 ini sebagai momentum memperkuat identitas dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Penutup
Semarak HUT RI ke-80 di Desa Getasan pada tahun 2025 ini menggambarkan betapa kuatnya rasa kebersamaan masyarakat. Dari majelis doa di malam 17 Agustus, upacara bendera yang penuh khidmat, lomba-lomba yang meriah di tiap RT, hingga puncak acara yang akan datang di Lapangan Bola, semuanya menjadi rangkaian indah yang memperkokoh persaudaraan.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah pudar, tetapi justru semakin hidup di tengah masyarakat. Dengan semangat itu, Desa Getasan siap melangkah menuju masa depan yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera. (Moez76).