Khutbah Pertama
ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي أَمَرَ بِٱلدُّعَاءِ وَوَعَدَ بِٱلْإِجَابَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ.
Amma ba’du:
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Yaitu ikhtiar sungguh-sungguh untuk mentaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Harapannya, hanya dengan taqwa, hidup kita menjadi selamat dan akhirat kita menjadi bahagia. Firman Allah ta’ala
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Muslim." (QS. Ali Imran: 102)
Kaum Muslimin yang dirahmati Allah,
Saat ini kita tahu, kaum Muslimin di berbagai belahan dunia sedang mengalami penderitaan yang sangat berat. Saudara-saudara kita di Palestina, Gaza, saat ini sedang menghadapi penjajahan, kelaparan, penindasan, dan pembantaian yang tidak berperikemanusiaan. Kini ditambah lagi, antara Iran dan Israel juga kini sedang terjadi perang, saling serang dengan menggunakan rudal, pesawat tempur dan drone, yang melewati wilayah udara negara Yordania, Suriah dan Irak, yang sangat mungkin terdampak langsung oleh peperangan ini.
Pertama Advokasi atau pembelaan. Kita harus menunjukkan keberpihakan kita pada nilai-nilai peri kemanusiaan, kebenaran dan juga kesamaan akidah. Ungkapan yang saat ini terkenal, tidak harus jadi Islam, cukup sadar diri sebagai manusia yang beradab untuk menentang genosida di Gaza.
Kedua, Infaq. Saat ini banyak lembaga-lembaga terpercaya yang dapat menyalurkan infaq kita ke Gaza Palestina. Bahkan Rasulullah sangat menganjurkan shalat di masjidil Aqsha, jika tidak memungkinkan, membantu Al-Aqsha meskipun hanya sebatas mengirimkan minyak untuk lampu di dalamnya. Hadits riwayat Ibnu Majah dan Musnad Ahmad dari Sayidah Maimunah.
Ketiga, memperkuat ukhuwah Islamiyah. Karena akan sangat banyak muncul pendapat dan perbedaan dalam hal ini, apa lagi di era media sosial saat ini. Oleh karena itu kita harus bersuara namun dengan tetap menekankan semangat ukhuwah islamiyah, meskipun dengan orang yang berbeda pendapat. Jangan mencela, menghina, mencaci, yang semua itu dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat[49]: 10)
Keempat, berdoa. Solidaritas yang sangat ditekankan oleh Nabi ﷺ ketika kaum Muslimin mengalami musibah besar adalah melakukan Qunut Nazilah dalam shalat. Nabi ﷺ pernah melakukan Qunut Nazilah selama sebulan penuh ketika 70 sahabat beliau terbunuh di Bi’r Ma’unah. Beliau berdoa dengan suara keras dalam shalat fardhu, terutama pada rakaat terakhir setelah ruku’, dan mendoakan kehancuran musuh Allah.
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَنَتَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَىٰ رِعْلٍ وَذَكْوَانَ.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah ﷺ melakukan qunut selama satu bulan, mendoakan keburukan atas (kabilah) Ri‘l dan Dzakwān.” (Muttafaqun alaih)
DMI (Dewan Masjid Indonesia) beberapa hari lalu telah mengeluarkan seruan kembali untuk qunut nazilah. Demikian pula PBNU telah sejak Maret 2024 lalu menyerukan hal yang sama. Maka kami menyerukan kepada seluruh jamaah sekalian, mulai hari ini dan ke depan, marilah kita melaksanakan Qunut Nazilah pada setiap shalat fardhu berjamaah. Semoga upaya tersebut dapat menunjukkan pertanggungjawaban selaku warga muslim dunia di hadapan Allah swt, baik untuk saat ini maupun nanti di akhirat. Aamiin ya rabbal ‘alamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ،. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Oleh: M. Imron Rosidi.