Giat Pemberantasan Sarang Nyamuk di Blok Kesambi: Wujud Gotong Royong Desa Getasan Cegah DBD
Getasan, 7 Mei 2025 — Pemerintah Desa Getasan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit menular. Pada Rabu pagi, 7 Mei 2025, telah dilaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara khusus di Blok Kesambi RT 009 RW 003, Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan dalam menghadapi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap meningkat pada musim pancaroba. Sebelumnya pada Jum’at pekan lalu Blok Kesambi telah dilakukan fogging atau pengasapan. Dengan menggandeng berbagai unsur masyarakat dan instansi, PSN kali ini menjadi contoh sinergi dan gotong royong yang patut diapresiasi.
Kolaborasi Lintas Sektor yang Solid
Pelaksanaan PSN ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Getasan dan Puskesmas Waruroyom Kecamatan Depok. Kegiatan juga mendapat dukungan dari aparat kewilayahan, yakni Babinsa Serda Wawan Kurniawan dan Bhabinkamtibmas Aipda Aam Aminah, serta Ketua RT dan warga Blok Kesambi yang turut berperan aktif.
Meskipun termasuk hari kerja, warga cukup antusias untuk bersama-sama melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Mereka bersama-sama menyisir area pemukiman untuk mencari dan menyingkirkan potensi sarang nyamuk, seperti kaleng bekas, ban kendaraan, pot tanaman, dan wadah air yang tergenang.
Foto 1: Bersama melawan DBD
Pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk
DBD masih menjadi salah satu penyakit endemik di Indonesia. Setiap tahunnya, ribuan kasus dilaporkan, dan sebagian di antaranya berujung pada kematian. Nyamuk Aedes aegypti, sebagai vektor penyebab DBD, berkembang biak di tempat-tempat yang tergenang air bersih.
Kunci pencegahan utama adalah memutus siklus hidup nyamuk tersebut melalui metode 3M Plus, yaitu:
Menguras tempat penampungan air secara rutin.
Menutup rapat tempat penampungan air.
Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
Plus: menggunakan kelambu, lotion anti-nyamuk, abate, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan PSN yang dilaksanakan hari ini bertujuan tidak hanya untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga mengedukasi warga agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Partisipasi Aktif Masyarakat: Kunci Keberhasilan
Salah satu kekuatan utama kegiatan ini adalah partisipasi aktif warga. Dalam wawancara singkat, Ketua RT 09 Bapak Ayip menyampaikan bahwa warga juga sudah melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sejak beberapa hari sebelumnya agar mempersiapkan diri untuk kegiatan PSN.
“Alhamdulillah, antusiasme warga saat itu sangat baik. Kami paham bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Terutama soal DBD yang bisa menyerang siapa saja,” ungkap beliau.
Dalam kegiatan yang dapat disebut pra PSN tersebut warga juga tampak membawa peralatan kebersihan dari rumah masing-masing. Anak-anak, remaja, hingga lansia ikut membantu membersihkan selokan, menebang rumput liar, dan mengangkut serta membakar sampah non-organik ke tempat pembuangan sampah.
Dukungan Penuh dari Aparat dan Tenaga Kesehatan
Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang hadir dalam kegiatan ini tidak hanya mendampingi, tetapi juga ikut serta dalam kegiatan lapangan. Keberadaan mereka memberi semangat dan rasa aman bagi warga.
Sementara itu, tim dari Puskesmas Waruroyom memberikan edukasi mengenai ciri-ciri gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, dan munculnya bintik merah pada kulit. Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala-gejala tersebut. Tim Puskesmas berharap Pemerintah Desa agar tidak bosan dan secara terus-menerus dapat meneruskan edukasi tersebut kepada warga.
Selain itu, petugas juga memperkenalkan cara identifikasi jentik nyamuk menggunakan senter dan wadah transparan. Dengan kegiatan edukatif ini, diharapkan warga mampu melakukan inspeksi mandiri di rumah masing-masing.
Peran Pemerintah Desa: Konsisten dan Proaktif
Kuwu Desa Getasan berharap agar kegiatan semacam ini akan terus dilaksanakan secara berkala, terutama di musim hujan dan pancaroba yang rawan penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
“Kami tidak ingin ada kasus DBD di Desa Getasan. Oleh karena itu, Pemerintah Desa berkomitmen melakukan pencegahan aktif melalui program-program yang menyentuh langsung masyarakat, bila perlu kita adakan kegiatan semacam Jum’at bersih setiap pekan” tegas beliau.
Harapan dan Pesan untuk Masyarakat
Melalui kegiatan PSN ini, Pemerintah Desa Getasan ingin menyampaikan beberapa pesan penting:
Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Tidak cukup hanya bergantung pada pemerintah atau petugas kesehatan; masyarakat perlu menjadi aktor utama.
Pencegahan DBD tidak butuh biaya besar. Cukup dengan disiplin menjalankan 3M Plus di rumah masing-masing, risiko penularan bisa ditekan drastis.
Gotong royong adalah kunci sukses program desa. Dengan kebersamaan, segala tantangan bisa dihadapi dengan lebih mudah.
Dokumentasi Kegiatan
Seluruh rangkaian kegiatan PSN ini telah didokumentasikan oleh Tim Dokumentasi Pemdes Getasan dan akan dibagikan melalui kanal media sosial desa, termasuk YouTube, Instagram, TikTok, Facebook dan Website Resmi Desa.
Melalui penyebaran informasi ini, diharapkan kegiatan serupa bisa menginspirasi wilayah lain untuk melaksanakan aksi nyata dalam mencegah penyebaran DBD dan menjaga kesehatan lingkungan.
Penutup
Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Blok Kesambi ini bukan sekadar aksi bersih-bersih. Ia adalah simbol dari kepedulian, kolaborasi, dan semangat gotong royong warga Desa Getasan.
Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk terus menjaga kebersihan, meningkatkan kesadaran kesehatan, dan menciptakan lingkungan yang aman dari penyakit.
Desa Getasan sehat dimulai dari rumah kita sendiri.