Getasan (09/03) - Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Mitra Sejahtera Desa Getasan bersama Pemdes dan para Ketua RT se-Desa Getasan bahu-membahu melakukan pemotretan Foto Geotagging rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Pangan (BSP) yang pekan lalu dicairkan oleh PT Pos Indonesia. Kegiatan yang sedianya dimulai sejak pagi terpaksa diundur waktunya menjadi pukul 13.00 WIB sehubungan adanya dua kegiatan di Balai Desa yang berbarengan waktunya, yakni Musyawarah Masyarakat Desa yang diselenggarakan oleh UTP Puskesmas Waruroyom dan Giat Vaksinasi Covid-19.
Dimulai dari RT 003 Blok Prapatan, Puskesos yang menerjunkan Fasilitator Muslim sebagai eksekutor dan Front Office Surja didampingi Ketua RT 003 Ahmad Jamaludin, Ketua RT 007 Akhmad Sodikin, Ketua RT 008 Raup, Staf Desa Dalim kemudian melanjutkan rute mereka berturut-turut ke blok Tunggak Jati – Punduan Baru – Sumur Salak dan Makam Dawa. Di kelima wilayah RT tersebut masing-masing Ketua RT mendampingi tim Geotagging. Turut mendampingi pula Kaur Perencanaan Mugeni. Khusus di RT 002 blok Gamprit eksekusi dilakukan oleh Staf Desa Dalim yang mengenal betul KPM di wilayah tempat kediamannya.
Beragam reaksi muncul dari warga yang rumahnya disambangi tim, sebagian diantara mereka sudah mengetahui kegiatan geotagging rumah ini, terutama RT yang memiliki sarana komunikasi media sosial seperti grup Whatsapp dsb, namun banyak juga yang bertanya-tanya tentang kegiatan tersebut. Sebisanya anggota tim menjelaskan bahwa pemotretan tersebut bukanlah untuk usulan atau pengajuan bantuan sosial melainkan sebagai salah satu bentuk laporan atas bantuan yang telah mereka terima sebelumnya.
Fasilitator Puskesos Muslim ketika diwawancarai menjelaskan, Puskesos merasa sangat terbantu dengan pendampingan para Ketua RT ketika mendatangi kediaman warga, pun juga dengan adanya kegiatan ini Puskesos sebagai penanggungjawab masalah bantuan sosial di tingkat desa merasa lebih dekat dan mengetahui kondisi riil dari para KPM. “Kami akui bahwa kami harus sering terjun ke kediaman warga, melihat dari dekat kondisi mereka sebenarnya, baik itu yang sudah ada di DTKS ataupun belum, yang dapat bansos atau tidak, sehingga masalah yang sering dikeluhkan warga selama ini yakni soal layak atau tidak layaknya seseorang menerima bansos perlahan-lahan dapat kita perbaiki. Perlahan juga kami ingin memperbaiki pelayanan kami kepada warga, khususnya mereka yang kurang beruntung secara ekonomi dengan berusaha menggali aspirasi, keluhan, aduan, dan sebagainya terkait bansos ini. Warga bisa menyampaikan semua itu ke Puskesos, bisa datang langsung ke sekretariat atau menghubungi kami lewat telpon maupun WA”. Paparnya.
Geotagging foto rumah KPM BSP direncanakan berlangsung selama dua hari sampai dengan Kamis, 10 Maret 2022 dengan jadwal mulai dari blok Pekuwon sampai dengan blok Pesantren. (Moez76)